Selasa, 25 Oktober 2016

30 Persen Obat BPJS Kesehatan Masih Andalkan Impor

30 Persen Obat BPJS Kesehatan Masih Andalkan Impor
 BPJS kesehatan adalah sebuah program jaminan kesehatan yang telah dicanangkan sehak zaman Presiden SBY.Semenjak didirikan BPJS kesehatan tak lepas dari masalah teknis mengenai pelayanan,obat,dat biaya.

Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) memasang target kebutuhan obat-obatan untuk keperluan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dapat seratus persen terpenuhi kebutuhan obatnya  pada tahun 2019.

Direktur Eksekutif GPFI Darajatun Sanusi mengatakan, saat ini pasokan obat untuk keperluan jaminan kesehatan sudah terpenuhi sekitar 70%. Sisanya masih impor.

"Sudah 70% itu bagus, yang sisanya impor karena tergolong obat mahal. Tahun 2019, kami targetkan sudah bisa seratus persen kebutuhan obat secara universal di Indonesia sudah bisa terpenuhi," ujar Darajatun dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (24/10).

Pemenuhan obat untuk program jaminan kesehatan nasional (JKN) ini dibahas secara khusus dalam Musyawarah Nasional XV GPFI di Bandung pada 23-25 Oktober 2016.

Dalam munas tersebut, pengusaha farmasi membahas kemampuan mereka memproduksi obat untuk JKN.
Hal lain yang menjadi pembahasan adalah kemampuan berinovasi dalam riset dan produksi obat nasional agar tercipta kemandirian farmasi.

Darajatun mengatakan, perlu kerja keras untuk mencapai kemandirian itu sebab sebagian besar bahan baku farmasi masih impor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar