Kamis, 27 Oktober 2016

Menag: Kesalah Dalam Pencetakan Al-Qur'an Tidak Bisa Ditolerir


Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa kesalahan dalam pencetakan Alquran merupakan hal yang sangat tidak bisa ditolerir. hal Ini dikarenakan Al-Qu'ran merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat Islam didunia . Oleh karena itu Lukman meminta kepada semua pihak yang telibat dalam pencetakan Al-Qu'an agar lebih teliti dan cermat saat melakukan proses pencetakan Al-Qur'an.


" Sekali Alquran itu diterbitkan  Pemerintah atau Kementerian Agama, maka kesalahan cetak itu sulit untuk bisa diterima. Di sinilah kita membutuhkan ekstra kehati-hatian," ucap Lukman, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu, 26 Oktober 2016.
Untuk itu, Lukman meminta siapapun yang terlibat dalam proses pencetakan Alquran agar cermat dan teliti. Ini agar jangan sampai ada kesalahan meski sangat sedikit.
" Saya mohon dengan sangat, kecermatan, ketelitian, dan tanggung jawab terhadap semua proses tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam produksi Alquran ini, betul-betul bisa jadi pegangan kita bersama," ucap Lukman.
Selanjutnya, Lukman meminta para pencetak Alquran menghayati dan menerapkan lima nilai budaya kerja Kemenag.
Jadi, lanjut politisi PPP ini, nilai-nilai integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan agar betul-betul diterjemahkan dalam perilaku. 
" Dan dalam memproduksi ini semua (pencetakan Mushaf Alquran)," ucap Lukman.
Unit Percetakan Alquran (UPQ) merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah binaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. UPQ ini sudah dilengkapi mesin cetak hingga finishing dengan kapasitas produksi 15.000-17.000 mushaf Alquran dan direncakanan akan mencetak 35.000 mushaf dalam dua bulan ke depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar