Selasa, 25 Oktober 2016

Pelecehan Trump Ke Wanita , Dari Karyawan Hingga Ke Bintang Porno


Calon presiden kontroversial dari partai Republik Donald Trump merupakan seorNg yang sering mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.Sebelumnya dia a adalah seorang pengusaha bisnis yang sangat sukses danterkenal di Amerika Serikat.

Trump merupakan seorang taipan real estate AS yang melebarkan sayapnya ke dunia entertainment. Menjadi produser dan pembawa acara The Apprentice malah membuatnya semakin terkenal.
Memulai bisnisnya, yang sebenarnya melanjutkan kerja ayahnya, Fred Trump, Donald kemudian membangun gedung perkantoran, hotel, kasino, tempat golf dan banyak lagi fasilitas ternama yang mendunia.

Sebagai orang yang punya banyak uang, hal apa saja tentu bisa dilakukan pria kelahiran New York 1946 ini. Sepertinya hal ini juga yang dia lakukan pada wanita.

Beberapa pekan lalu, Washington Post menyebarkan rekaman suara yang diduga milik Trump ke publik Amerika Serikat. Isi dari percakapan itu mengenai perempuan yang dituding Trump sebagai makhluk murahan.
"Jika Anda terkenal, mereka (perempuan) pasti mau menuruti keinginan Anda," ujar suara yang diduga Trump itu.

Sebelum debat kedua capres AS, 10 Oktober lalu, Trump mengakui bahwa suara itu milik dia. Lulusan Universitas Pennsylvania ini mengatakan apa yang dia ucapkan tidak sungguh-sungguh, melainkan hanya lelucon di ruang ganti saja.

Sontak semua perempuan marah atas ucapan tak pantas tersebut, termasuk mereka yang mendukung Trump. Sementara itu, seiring berjalannya waktu, banyak wanita yang mulai mengaku pernah dilecehkan secara seksual oleh pria 70 tahun ini.

Mulai dari disentuh paha, payudara, hingga dicium di bibir tanpa izin, para wanita ini mulai menuntut Trump. Tentu saja, merasa image-nya jelek, Trump membantah semua tuduhan itu dan mengatakan semua perempuan ini merupakan akal-akalan busuk dari lawan politiknya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, agar namanya jelek dalam pemilu.

Hingga saat ini, sudah 10 wanita yang melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialami Trump.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar