Selasa, 25 Oktober 2016

Penjelasan Ilmiah tentang Ketindihan, Mimpi Seram, dan Sejenisnya




Keadaan yang tidak lazim yang dinamakan kelumpuhan tidur sering membuat banyak orang merasa takut selama berabad-abad. Cerita menakutkan dan seram pun mengiringi kondisi tersebut, seperti adanya hantu gentayangan di kamar atau tubuh tak bisa bergerak karena ditindih makhluk halus. 

Rasa takut tersebut semakin memburuk karena mitos turun-temurun dalam masyarakat. Di beberapa daerah di Brasil, ada makhluk berkuku panjang yang disebut Pisadeira, yang kerap mendatangi rumah penduduk dan menginjak-injak dada orang yang sedang tidur.

Di Catalonia, Spanyol, ada sosok yang disebut Pesanta. Bentuknya seperti anjing atau kucing. Kesukaannya masuk ke rumah penduduk dan duduk di atas dada orang yang sedang tidur.

Di Newfoundland, Kanada, juga ada Old Hag, yang senang duduk di dada orang tidur. Mitos serupa pun terdapat di negara-negara lain di seluruh belahan bumi, bahkan di negara maju yang penduduknya diklaim sangat realistis dan logis.


Para ilmuwan tentu tak percaya begitu saja pada kehadiran makhluk gaib itu. Menurut ilmuwan Brian Sharpless dari Universitas Argosy di Washington DC, Amerika Serikat, fenomena itu adalah dampak dari pergerakan cepat mata saat tertidur (REM), yang membuat seseorang dalam kondisi antara sadar dan tidak, biasanya terjadi saat tiba-tiba orang itu terjaga.

Kelumpuhan tidur lebih sering terjadi daripada yang dibayangkan orang. Biasanya terjadi ketika ia terbangun dan kesadarannya belum terkumpul. Sharpless menjelaskan kepada Live Science bahwa, selama REM terjadi, mimpi terjadi, sementara batang otak melumpuhkan tubuh dengan cara merintangi neuron motorik.

“Normalnya, mimpi dan kelumpuhan terjadi ketika orang sedang tidak sadar,” kata Sharpless, yang juga penulis buku Sleep Paralysis: Historical, Psychological and Medical Perspectives (Oxford University Press, 2015).

Ketika seseorang mengalami kelumpuhan tidur, mimpi dan kelumpuhan terjadi bersamaan ketika ia berada dalam kondisi tidak sadar, dengan mata terbuka lebar. Artinya, mimpi-mimpi yang dilihatnya adalah halusinasi semata dan segalanya tak ada yang tak wajar ketika ia terjaga penuh.

Mimpi juga bisa bersifat multisensorial, sehingga orang tersebut tak hanya bisa melihat, tapi juga mendengar dan merasakan. Jadi, bila Anda melihat ada sosok gentayangan di kamar, jangan buru-buru panik karena bisa jadi itu hanya permainan di kepala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar