Rabu, 26 Oktober 2016

Terungkap Alasan Ahok Tidak Pidato Setelah Memperoleh Nomor Urut

Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

  Setelah selesai prosesi pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta periode 2017-2022, semalam, masing-masing kandidat diberikan kesempatan oleh KPUD untuk menyampaikan pidato politik pertama secara singkat.
Namun, calon gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak untuk naik ke panggung dan menyampaikan pidato politik. Ahok justru meminta wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, untuk ke depan.

Ketika ditanyai wartawan mengenai kejadian semalam, Djarot mengatakan sebelum pidato dia tidak mempersiapkan materi. Sebab mendadak. Itu sebabnya, dia pidato tanpa teks.

“Bagus ya? Nggak itu mendadak saja. Pak Djarot saja yang pidato, kan jarang pidato. Kata Pak Ahok gitu,” kata Djarot di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).

Djarot mengatakan peristiwa semalam bukan merupakan strategi politik.
“Oh nggak (bukan strategi politik). Itu spontan saja. Nggak ada (persiapan), itu spontan semua. Bagus nggak, tapi nggak pakai teks? Jadi yang tadi malam memang spontan banget karena alami. Pak Ahok serahkan ke saya,” ujar Djarot.
Pilkada Jakarta akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017.

Pilkada diikuti oleh tiga pasangan calon yaitu Ahok-Djarot, Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni (nomor urut satu), Anies Baswedan - Sandiaga Uno (nomor urut tiga).

Jakarta merupakan satu dari 100 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada tahun 2017. Pilkada akan dilakukan secara serentak.

Isi Pidato Djarot
Djarot mewakili Ahok menyampaikan pidato di Jakarta International Expo.
“Ini adalah kemeriahan kita semua, mari kita masuki tahapan pilkada DKI Jakarta ini dengan perasaan riang gembira, penuh persahabatan, persaudaraan, dan gotong royong,” kata Djarot.

Setelah kalimat itu, isi pidato Djarot mulai tajam dan membuat pendukungnya bergelora.

“Khusus untuk pendukung setia Basuki-Djarot, saya meminta betul untuk jangan pasang baliho di taman, jangan tempel stiker di tembok, pohon apalagi di tiang listrik, karena sekarang Jakarta sudah bersih, kalinya bersih, tamannya bersih, mari kita jaga betul kebersihan kita semua dan tunjukkan kedewasaan kita dalam berdemokrasi,” kata Djarot dengan suara mirip suara Bung Karno ketika pidato di depan rakyat.

Mantan Wali Kota Blitar meminta pendukung tetap menjaga ketertiban. Dia menyebut program lima tertib yang tengah digalakkan pemerintah Jakarta.

“Kita juga harus tertib, setelah pulang pendukung setia Basuki-Djarot harus tertib lalin, tertib buang sampah, tertib PKL, tertib hunian dan tertib demo. Jaga bersama jakarta karena milik kita,” kata Djarot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar