Senin, 14 November 2016

ASTAGHFIRULLAH.. ISRAEL LARANG SUARA ADZAN


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat sebuah pernyataan bahwa ia sangat setuju dengan RUU kontroversial yang mana tujuan utamanya adalah untuk mengurangi,membatasi dan bahkan melarang suara azdan dari masjid Al-Aqsa Palestina,berdasarkan laporan Press TV.
Netanyahu pada awal pertemuan kabinet pada hari Ahad kemarin (13/11/2016) mengatakan bahwa ia akan mendukung RUU, yang akan menghentikan penggunaan pengeras suara untuk azan, menambahkan bahwa panggilan azan membuat kebisingan yang berlebihan.
“Saya tidak bisa menghitung berapa kali, banyak warga yang menuntut saya dari semua bagian dari masyarakat Israel, dari semua agama, atas keluhan kebisingan yang disebabkan pengeras suara azan dari masjid,” kata Netanyahu.
BACA JUGA SUBHANALLAH ANAK AJAIB
RUU kontroversial itu telah menuai kritik dari lembaga think tank Israel, yang menyebut hal itu sebagai ancaman bagi kebebasan beragama. Democracy Institute, lembaga think tank non-partisan, menyebut RUU itu dirancang oleh seorang anggota parlemen ekstrimis.
Kelompok ini juga menuduh politisi Israel sayap kanan menggunakan masalah itu untuk mendapatkan keuntungan politik dengan kedok meningkatkan kualitas hidup.
“Tujuan asli RUU itu bukan untuk mencegah kebisingan, melainkan untuk menciptakan suara yang akan merugikan semua masyarakat dan upaya untuk membangun realitas antara Yahudi dan Arab,” ujar Nasreen Hadad Haj-Yahya, salah satu pengawas di lembaga, menulis dalam surat kabar Israel Maariv.
Pada awal November lalu, pemerintah Israel memberlakukan larangan suara azan menggunakan sistem pengeras suara di tiga masjid di sebelah barat dari Tepi Barat. Larangan itu mulai berlaku di kota Abu Dis dekat Yerusalem al-Quds.
Ini terjadi setelah sejumlah pemukim Israel ekstremis menggelar aksi protes menolak praktik keagamaan Muslim di timur laut al-Quds.


Sumber : islampos.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar