Kamis, 10 November 2016

Kemenangan Trump Akan Terasa di Konflik Laut China Selatan

Dengan terpilihnya Donlad Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat maka situasi politik dunia akan berubah,suhu perdamaian akan kembali memanas.dengan prinsip yang disampaikannya "MAKE AMERICA GREAT AGAIN"  akan membangkitkan permusuhan Amerika Rusia dan China,Dampak paling nyata akan terjadi di Konflik Laut China Selatan.



Terkait nama Donald Trump sempat dinilai kontroversial lantaran menyerukan anti-islam saat kampanye, Abdul Kharis menilai pernyataannya tersebut hanya untuk memenangkan pemilu.

Menurutnya, setelah menang, siapapun presiden Amerika pasti akan menjalankan kebijakan global negaranya, begitupula jika Hillary Clinton yang terpilih.

“Amerika adalah amerika, siapapun presidennya dan latar belakang presidennya, pasti akan menjalankan kebijakan yang sesuai dengan agenda kepentingan nasional Amerika,” ujar Abdul Kharis di Jakarta, Rabu (9/11).

Lebih lanjut, Abdul Kharis mengatakan apabila Trump menjadi presiden, AS bakal mendorong Korea Selatan dan Jepang mengembangkan senjata nuklir untuk menangani persoalan kedua negara tersebut dengan Korea Utara dan China di Laut China Timur. Tanpa kehadiran langsung AS di kawasan ini, diduga akan ada peningkatan tensi dan instabilitas politik.

“Ini tentu akan berdampak tidak langsung bagi ekonomi-politik Indonesia,” katanya.

Kemudian, ada upaya AS untuk meningkatkan kekuatan poros di Asia Tenggara. Seperti, penggalangan Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam untuk bergabung pada inisiatif The Trans-Pacific Partnership (TPP).

Tentu, tambah Abdul Kharis, semua berpotensi pada krisis atau tumbuhnya ekonomi dan perbaikan aspek politik-keamanan AS dengan China.

“Secara tidak langsung Indonesia akan terdampak. Entah Trump akan segigih apa mendekati Indonesia, Filipina, dan Singapura, namun ia akan menimbang dalam hitungan untung rugi bagi AS,” pungkas Politisi PKS ini.

Sumber : aneka
              berita virals

Tidak ada komentar:

Posting Komentar