Jumat, 11 November 2016

Surat Menyentuh Bocah SD Muslim Buat Donald Trump

Banyaknya Reaksi Mayrakat Amerika Serikat atas kemenanga Donald Trumppada pemilihan presiden AS.Seorang Anak SD Muslim asal Oak Brook, Illionis, Amerika Serikat, Sakeena Ahmed, 9 tahun, mengirimkan selembar surat kepada presiden AS yang terpilih, Donald Trump. Surat tersebut dikirimkan sesudah onald Trump memastikan diri menjadi pemimpin baru di White House.


Sakeena tumbuh dalam merasakan betul tekanan yang dialamatkan kepada umat Islam Amerika di masa-masa kampanye pemilihan presiden. Menurut dia, semua karena Donald Trump.

Apa yang dilakukan bocah ini sangat luar biasa. Dia menulis surat terbuka untuk Trump, berharap calon presiden pemenang pemilu AS itu berubah setelah membaca surat dari Sakeena.

" Harapan saya hanyalah Anda jadi baik," tulis Sakeena. " Dan saya berharap surat ini membuat Anda menjadi baik," tulis dia.

Dalam tulisannya, gadis cilik ini meminta Trump membayangkan rasanya berada di bawah sepatu. " Menjadi Muslim sedikit sulit. Bayangkan jika semua orang membenci agamamu," tulis dia.

Sakeena lalu membagi kisah tentang sepupunya berusia 9 tahun, yang selalu ditanya oleh teman-teman satu tim sepakbolanya mengapa tidak pernah memakai celana pendek.

Sepupunya lalu mendengar gadis-gadis itu berkata, 'dia tidak seperti kita'.

" Maksud saya, seperti, tidakkah kita semua manusia? Jika itu adalah dirimu, seberapa sakit perasaanmu?" tanya Sakeena.\

Ucapan mengandung Islamofobia telah menjadi bagian penting dalam kampanye Trump, mulai dari ide kontroversialnya melarang Muslim masuk AS hingga serangan pribadinya kepada ibu seorang tentara Muslim yang tewas.

" Anda bilang kami teroris. Kami jelas tidak melakukan apa yang Anda katakan. Ayah saya seorang dokter. Ini bukti kami baik! Kami tidak jahat. Kami ingin damai seperti Anda!" kata Sakeena.

Kepada Huffingtonpost, ibu Sakeena, Aamina Ahmed, sejak kampanye dimulai, banyak komentar negatif Trump tentang Muslim, orang-orang Meksiko, dan imigran menjadi topik diskusi di rumahnya dan di sekolah Sakeena.

Bocah kelas IV SD dan adik laki-lakinya selalu bertanya pada ibunya jika ayah mereka, yang lahir di India, akan dipulangkan lagi ke India jika Trump menang.

Aamina mengatakan surat itu muncul setelah putrinya bertanya pada dia mengapa banyak orang Amerika yang membenci Muslim.

" Untuk meredakan ketegangan, kami berdiskusi tentang hak kami sebagai warga AS serta apa yang tidak bisa kami ambil dari AS," kata Aamina.

" Selain itu, ada banyak warga AS yang percaya pada hak-hak dan akan berjuang melindungi mereka dan kebesaran negeri ini. Meskipun saya pribadi punya masalah dan kekhawatiran saya sendiri, ini merupakan satu-satunya cara saya membuat mereka lebih baik dan tidak mempedulikan hasil pemilu ini," tulis Aamina.

Sumber: huffingtonpost.com
             beritavirals
             instannews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar